Sekapur Sirih

Hasil tracer study terhadap guru-guru sekolah dasar di beberapa kabupaten di Sumatera Utara ditemukan beberapa permasalahan yang dapat menghambat peningkatan kualitas pendidikan, antara lain: (1) terdapat 7000 guru sekolah dasar yang memiliki kualifikasi pendidikan SMA, STM (SMK), SPG dan D2, (2) rendahnya persentasi kelulusan portofolio sertifikasi guru-guru SD dalam jabatan, (3) kondisi PBM masih berupaya penyampaian materi oleh guru tanpa menumbuhkan minat belajar siswa, (4) kompetensi dan persepsi guru tentang manfaat penelitian belum benar, (5) pola pemberdayaan guru belum berorientasi pada visi dan misi sekolah dasar, (6) kemampuan guru dalam IT dan ICT sangat rendah, (7) penilaian yang dilakukan oleh guru masih bersifat konvensional, (8) proses belajar mengajar di sekolah dasar belum menerapkan paradigma baru pembelajaran berbasis model tematik dan terpadu, (9) rendahnya kemampuan guru dalam hal applied research, (10) rendahnya komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam pencapaian visi dan misi pendidikan dasar, dan (11) tidak ada sistem informasi manajemen dalam pemberian beasiswa.

Seluruh permasalahan tersebut di atas selanjutnya dikelompok pada penataan manajemen internal dan pengembangan unit program studi. Penyelesaian permasalahan di atas dilakukan secara koordinatif melalui penataan universitas dan kerjasama mutualisma antara pemerintah daerah dan Unimed. Untuk itu Universitas Negeri Medan (Unimed) sebagai LPTK yang memperoleh perluasan mandat mengelola program studi non-kependidikan dengan tetap mengutamakan mandat sebagai lembaga pendidik tenaga kependidikan, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Program Sarjana Kependidikan Bagi Guru dalam Jabatan yang menghasilkan tenaga edukatif profesional di sekolah dasar untuk memenuhi kebutuhan stakeholder, guna memenuhi standar kualifikasi guru SD di Propinsi Sumatera Utara, sekaligus sebagai respon Unimed terhadap UU No. 20 tahun 2003, UU No. 14 tahun 2005, PP No. 19 tahun 2005 dan HELTS 2003-2007